Sabtu, 07 November 2015

RESENSI BUKU TAFSIR AL-QUR’AN

ALQURAN TANPA MUNASABAH, BAGAIKAN TULISAN YANG MEMBUTAKAN
RESENSI INI DISUSUN SEBAGAI TUGAS TENGAH SEMESTER MATA KULIAH STUDI ISLAM
“DISKURSUS MUNASABAH ALQURAN DALAM TAFSIR AL-MISBAH”

Dosen: Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.



Disusun Oleh:

Nama: Utari
NIM: 11150840000039
Kelas: IESP B
Semester: 1 (satu)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
JAKARTA
2015


Tema: “Alquran Tanpa Munasabah, Bagaikan Tulisan Yang Membutakan” 
Oleh: Utari



Identitas Buku:
            Judul Buku                              : Diskursus Munasabah Al-Quran Dalam Tafsir Al-Misbah
            Penulis                                     : Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.
            Penerbit                                   : AMZAH
            Tahun Terbit                           : 2015
            Cetakan                                   : Pertama
            Design Cover                          : Diah Purnamasari
            Jumlah Halaman                     : 293 halaman
            Halaman yang diresensi         : Halaman 1-80


               Berbekal pengalamannya setelah menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan konsentrasi Tafsir-Hadist dan menjadi anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran, maka penulis menulis buku tafsir Alquran ini. Saat ini penulis menjadi dosen  tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengampu mata kuliah Tafsir Ekonomi dan Studi Islam. Beliau juga merupakan lulusan terbaik Pendidikan Kader Mufassir (PKM) Pusat Stdi Alquran tahun 2010 dan menjadi dosen terbang di Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung (2012-sekarang).
            Acuan penulis dalam menulis buku munasabah ini yaitu lahir dari disertasinya, meneliti tentang berbagai munasabah yang ada pada tafsir karya M. Quraish Shihab yang berjudul Tafsir Al-Misbah. Tafsir Al-Misbah adalah tafsir kontemporer yang terkemuka di Indonesia. Meskipun demikian, tafsir-tafsir karya ulama lainnya juga ikut diserap. Pola munasabah yang diulas dalam buku ini menyajikan dua pola, yaitu munasabah ayat dan pola munasabah surah.
            Munasabah itu sendiri mempunyai arti penting dalam memahami makna Alquran. Dengan adanya munasabah, tentu menyuratkan bahwa keserasian di setiap bagian dari Alquran merupakan mukjizat yang tak terbantahkan dan dapat menambah keyakinan kita tentang kemukjizatan Alquran, baik dari susunan Alquran, baik kalimatnya, ayat-ayatnya, maupun surah-surahnya, karena semuanya mengandung faedah.
            Adapun isi pokok buku pengetahuan munasabah Alquran ini menjelaskan bahwa Alquran merupakan satu kesatuan yang memiliki keserasian (munasabah). Seperti yang kita ketahui, bahwa nilai-nilai Alquran berbeda dengan realitas sosial, maka dari itu perlu adanya tafsir untuk mengungkap, menjelaskan, memahami dan mengetahui prinsip-prinsip kandungan Alquran. Selain itu, buku ini juga memuat corak-corak penafsiran menganai kemukjizatan Alquran, perdebatan sejarah penulisan dan sistematika Alquran, urutan surah di dalam Alquran serta perdebatan antara urutan turun dan urutan pembacaan dalam Alquran.
            Dalam buku ini dikemukakan juga tradisi awal munasabah yang sebenarnya tidak diragukan lagi jika Alquran diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang membutakan. Oleh sebab itu, ilmu munasabah berperan apabila seseorang tidak mengetahui sebab turunnya suatu ayat, tetapi mengetahui korelasi ayat dengan ayat yang lain.
            Disebutkan pula berbagai pendapat-pendapat dari ilmuwan klasik hingga kontemporer. Tokoh yang bisa dibilang pencetus pertama kajian munasabah adalah Al-Naisaburi. Selanjutnya, ada dua ulama klasik yang dijadikan acuan dalam pemikiran munasabah, yaitu Al-Zarkasyi dan Al-Biqa’i. Sedangkan bila kita berlaih ke zaman kontemporer, diantara ada Amin Al-Kuhli, Muhammad Ahmad Khalafullah, Aisyah Abdirrahman Bintu, Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu Zaid, Muhammad Abid Al-Jabiri, Hassan Hanafi, dan lain-lain.
            Pada akhir sub-bab dijelaskan pula meskipun Alquran menyatakan dirinya sebagai kitab yang terhindar dari keraguan, dijamin autentitasnya, dan bahkan sampai saat ini tidak ada kitab tandingannya. Meski begitu, telah terjadi pergeseran cara pandang di kalangan orientalis dan ilmuwan Barat.
            Tujuan penulis dalam menulis buku ini ialah untuk memberikan pemahaman para pembacanya mengenai keserasian makna dari Alquran. Sasaran pembaca yang dituju oleh penulis, yaitu untuk para mahasiswa/i jurusan Tafsir Hadis, di samping itu buku ini juga tepat bagi mereka yang menyukai kajian Alquran, karena di dalamnya terdapat penjelasan yang kaya akan sumber keilmuannya yangd dapat dipertanggungjawabkan, yang tak lain diperoleh dari para ulama penafsir hadis, juga banyak disertai contoh-contoh sehingga mudah untuk dipahami oleh para pembacanya. Namun sayangnya, di dalam buku ini banyak istilah-istilah bahasa yang tidak mudah dimengerti oleh orang awam.
            Dari segi penyajian, buku ini disajikan secara sistematis dan logis serta terdapat keterkaitan antarsub-bab. Dari segi kalimat, sudah jelas bahwa penulis menyajikannya dengan paragraf yang sangat argumentatif sehingga penjelasannya cukup bisa meyakinkan para pembacanya. Namun apabila kita tinjau dari segi kebahasaan, sayang sekali karena di dalam buku ini terdapat beberapa penjelasan yang membingungkan dan menimbulkan penafsiran ganda. Dari segi kertas yang digunakan, kertas pada buku ini sangat nyaman untuk dibaca dan halus selayaknya novel.

            Secara keseluruhan, buku ini layak mendapat apresiasi karena menyuguhkan tulisan mengenai penafsiran Alquran. Penulisannya juga diperkuat dengan pendapat dari banyak ahli tafsir. Buku ini sangat cocok untuk Anda yang kuliah di jurusan Tafsir Hadis serta bagi mereka yang tertarik dengan kajian Alquran, dikarenakan buku ini memberikan pedoman bagi seseorang yang ingin mengetahui makna dari isi Alquran secara jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar