ALQURAN TANPA MUNASABAH, BAGAIKAN
TULISAN YANG MEMBUTAKAN
RESENSI INI DISUSUN SEBAGAI TUGAS
TENGAH SEMESTER MATA KULIAH STUDI ISLAM
“DISKURSUS MUNASABAH ALQURAN
DALAM TAFSIR AL-MISBAH”
Dosen:
Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.
Disusun
Oleh:
Nama:
Utari
NIM:
11150840000039
Kelas:
IESP B
Semester:
1 (satu)
FAKULTAS EKONOMI
DAN BISNIS
UIN SYARIF
HIDAYATULLAH JAKARTA
JAKARTA
2015
Tema:
“Alquran Tanpa Munasabah, Bagaikan Tulisan Yang Membutakan”
Oleh: Utari
Identitas Buku:
Judul Buku :
Diskursus Munasabah Al-Quran Dalam Tafsir Al-Misbah
Penulis :
Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.
Penerbit :
AMZAH
Tahun Terbit :
2015
Cetakan :
Pertama
Design Cover : Diah
Purnamasari
Jumlah Halaman : 293 halaman
Halaman yang diresensi : Halaman 1-80
Berbekal pengalamannya setelah menyelesaikan studi
S-1 hingga S-3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan konsentrasi
Tafsir-Hadist dan menjadi anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran, maka
penulis menulis buku tafsir Alquran ini. Saat ini penulis menjadi dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengampu mata kuliah Tafsir Ekonomi dan
Studi Islam. Beliau juga merupakan lulusan terbaik Pendidikan Kader Mufassir
(PKM) Pusat Stdi Alquran tahun 2010 dan menjadi dosen terbang di Program
Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung (2012-sekarang).
Acuan penulis dalam menulis buku munasabah ini yaitu lahir
dari disertasinya, meneliti tentang berbagai munasabah yang ada pada tafsir
karya M. Quraish Shihab yang berjudul Tafsir
Al-Misbah. Tafsir Al-Misbah
adalah tafsir kontemporer yang terkemuka di Indonesia. Meskipun demikian,
tafsir-tafsir karya ulama lainnya juga ikut diserap. Pola munasabah yang diulas
dalam buku ini menyajikan dua pola, yaitu
munasabah ayat dan pola munasabah surah.
Munasabah itu sendiri mempunyai arti penting dalam
memahami makna Alquran. Dengan adanya munasabah, tentu menyuratkan bahwa
keserasian di setiap bagian dari Alquran merupakan mukjizat yang tak
terbantahkan dan dapat menambah keyakinan kita tentang kemukjizatan Alquran,
baik dari susunan Alquran, baik kalimatnya, ayat-ayatnya, maupun
surah-surahnya, karena semuanya mengandung faedah.
Adapun isi pokok buku pengetahuan munasabah Alquran ini
menjelaskan bahwa Alquran merupakan satu kesatuan yang memiliki keserasian
(munasabah). Seperti yang kita ketahui, bahwa nilai-nilai Alquran berbeda
dengan realitas sosial, maka dari itu perlu adanya tafsir untuk mengungkap,
menjelaskan, memahami dan mengetahui prinsip-prinsip kandungan Alquran. Selain
itu, buku ini juga memuat corak-corak penafsiran menganai kemukjizatan Alquran,
perdebatan sejarah penulisan dan sistematika Alquran, urutan surah di dalam
Alquran serta perdebatan antara urutan turun dan urutan pembacaan dalam Alquran.
Dalam buku ini dikemukakan juga tradisi awal munasabah
yang sebenarnya tidak diragukan lagi jika Alquran diturunkan sesuai dengan
situasi dan kondisi yang membutakan. Oleh sebab itu, ilmu munasabah berperan
apabila seseorang tidak mengetahui sebab turunnya suatu ayat, tetapi mengetahui
korelasi ayat dengan ayat yang lain.
Disebutkan pula berbagai pendapat-pendapat dari ilmuwan
klasik hingga kontemporer. Tokoh yang bisa dibilang pencetus pertama kajian
munasabah adalah Al-Naisaburi. Selanjutnya, ada dua ulama klasik yang dijadikan
acuan dalam pemikiran munasabah, yaitu Al-Zarkasyi dan Al-Biqa’i. Sedangkan
bila kita berlaih ke zaman kontemporer, diantara ada Amin Al-Kuhli, Muhammad
Ahmad Khalafullah, Aisyah Abdirrahman Bintu, Muhammad Arkoun, Nashr Hamid Abu
Zaid, Muhammad Abid Al-Jabiri, Hassan Hanafi, dan lain-lain.
Pada akhir sub-bab dijelaskan pula meskipun Alquran
menyatakan dirinya sebagai kitab yang terhindar dari keraguan, dijamin
autentitasnya, dan bahkan sampai saat ini tidak ada kitab tandingannya. Meski
begitu, telah terjadi pergeseran cara pandang di kalangan orientalis dan
ilmuwan Barat.
Tujuan penulis dalam menulis buku ini ialah untuk
memberikan pemahaman para pembacanya mengenai keserasian makna dari Alquran.
Sasaran pembaca yang dituju oleh penulis, yaitu untuk para mahasiswa/i jurusan
Tafsir Hadis, di samping itu buku ini juga tepat bagi mereka yang menyukai
kajian Alquran, karena di dalamnya terdapat penjelasan yang kaya akan sumber keilmuannya
yangd dapat dipertanggungjawabkan, yang tak lain diperoleh dari para ulama penafsir
hadis, juga banyak disertai contoh-contoh sehingga mudah untuk dipahami oleh para
pembacanya. Namun sayangnya, di dalam buku ini banyak istilah-istilah bahasa
yang tidak mudah dimengerti oleh orang awam.
Dari segi penyajian, buku ini disajikan secara sistematis
dan logis serta terdapat keterkaitan antarsub-bab. Dari segi kalimat, sudah
jelas bahwa penulis menyajikannya dengan paragraf yang sangat argumentatif
sehingga penjelasannya cukup bisa meyakinkan para pembacanya. Namun apabila
kita tinjau dari segi kebahasaan, sayang sekali karena di dalam buku ini
terdapat beberapa penjelasan yang membingungkan dan menimbulkan penafsiran
ganda. Dari segi kertas yang digunakan, kertas pada buku ini sangat nyaman
untuk dibaca dan halus selayaknya novel.
Secara keseluruhan, buku ini layak mendapat apresiasi
karena menyuguhkan tulisan mengenai penafsiran Alquran. Penulisannya juga
diperkuat dengan pendapat dari banyak ahli tafsir. Buku ini sangat cocok untuk
Anda yang kuliah di jurusan Tafsir Hadis serta bagi mereka yang tertarik dengan
kajian Alquran, dikarenakan buku ini memberikan pedoman bagi seseorang yang
ingin mengetahui makna dari isi Alquran secara jelas.

